Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Cilacap dan PINTAR Tanoto Foundation Kuatkan Manajemen Sekolah

 

Cilacap –  Kerja sama Pemerintah Kabupaten Cilacap dengan Tanoto Foundation dalam program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) awal tahun 2020 ini mulai diimplementasikan di tingkat sekolah dan madrasah. Langkah awal yang dilakukan yaitu melatih sekolah dan madrasah piloting mitra tentang pengembangan manajemen berbasis sekolah dan budaya baca.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Drs. Budi Santosa, M.Si, dalam pembukaan pelatihan Praktik Baik Modul 1 Manajemen Berbasis Sekolah dan Budaya Baca di Hotel Sindoro, Rabu (22/1) saat memberikan arahan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Drs. Budi Santosa, M.Si, dalam pembukaan pelatihan Praktik Baik Modul 1 Manajemen Berbasis Sekolah dan Budaya Baca di Hotel Sindoro, Rabu (22/1) saat memberikan arahan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Drs. Budi Santosa, M.Si, dalam pembukaan pelatihan Praktik Baik Modul 1 Manajemen Berbasis Sekolah dan Budaya Baca di Hotel Sindoro, Rabu (22/1) menyampaikan bahwa kepala sekolah dan pengawas sebagai manajer sekaligus leader harus memantau kinerja tim yang ada di sekolahnya dengan baik. Pemantauan ini diharapkan mampu mendorong sekolah supaya mampu berkinerja baik serta mengembangkan berbagai inovasi yang kreatif.

 

“Kompleksitas persoalan dan tantangan bidang pendidikan khususnya di sekolah adalah hal nyata dan terus berkembang. Tugas kita selalu siap menghadapi dan mengatasinya dengan berbagai inovasi dan kreativitas. Dengan pengelolaan manajemen sekolah yang baik, kepala sekolah sebagai leader dan pembina harus mampu menjadi motor penggerak perubahan dan peningkatan mutu di sekolah. Sehingga sangat tepat sekali di pelatihan pertama, Program PINTAR Tanoto Foundation menguatkan sisi manajemen sekolah. Supaya kinerja sekolah baik dan inovatif,” kata Budi Santoso.

 

Kadindik menjelaskan kunci keberhasilan bangsa adalah mutu sumber daya manusia (SDM),  SDM bermutu hanya bisa diwujudkan melalui pendidikan, padahal pendidikan  yang bermutu hanya bisa dicapai oleh SDM yang bermutu pula.  Oleh sebab itu pelatihan  yang dilakukan PINTAR memiliki nilai sangat penting.

 

“Saya sangat optimistis, jika kita punya tekad, semangat, kinerja dan kesempatan yang luas untuk berkarya dan berinovasi maka mutu pendidikan di Cilacap pasti meningkat. Saya berharap, praktik baik dari pelatihan ini dikembangkan di setiap sekolah untuk peningkatan mutu,  dan kita berharap melalui Bapak Ibu semua, Program PINTAR bisa semakin meluas untuk dikembangkan tidak hanya 2 kecamatan saja,” harap Budi Santoso,

Peserta sedang berdiskusi dalam salah satu sesi pelatihan.

Peserta sedang berdiskusi dalam salah satu sesi pelatihan.

Teacher School Training Specialist PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah Seno Muhamad Daud di sela pelatihan menjelaskan bahwa program PINTAR  bila diimplementasikan dengan sungguh-sungguh akan memberi harapan bagi percepatan  peningkatan  mutu pembelajaran dan manajemen di sekolah. Program PINTAR menggunakan pendekatan sekolah secara menyeluruh (whole school development approach) sehingga akan selalu ada kemungkinan untuk melakukan inovasi dan terobosan dari berbagai pihak.

 

“Program memahami benar bahwa kunci pengembangan sekolah dimulai dari kepala sekolah dan pengawas. Melatih kepala sekolah dan pengawas di awal program memiliki nilai strategis dan penting. Mereka adalah leader dan manajer yang harus mampu menggerakkan, memberdayakan, dan membawa perubahan,” ungkap Seno M. Daud.

Teacher School Training Specialist PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah Seno Muhamad Daud sedang memandu acara awal pelatihan

Teacher School Training Specialist PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah Seno Muhamad Daud sedang memandu acara awal pelatihan

Seno menjelaskan, selama dua hari, peserta dilatih untuk memahami, menganalisis, serta mengembangkan pembelajaran aktif, budaya baca, manajemen berbasis sekolah, pemantauan sekolah dan bagaimana mendokumentasikan praktik yang baik. Output yang ingin dicapai dari pelatihan ini adalah agar setiap sekolah dan madrasah mitra mampu memiliki perencanaan sekolah yang partisipatif, dukungan masyarakat meningkat, kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, dan profesionalisme guru meningkat.

 

“Peserta didampingi untuk lebih banyak mendiskusikan pengembangan sekolah, saling berbagi, saling memberi masukan dan saling memikirkan program pengembangan sekolah. Harapannya mereka mendapat contoh praktik baik sekaligus inspirasi dan motivasi yang didapatkan dari banyak pihak  agar mau memikirkan pengembangan sekolah. Bukan hanya dari internal sekolah,” kata Seno.

 

Kegiatan pelatihan dua hari yang di-inisiasi PINTAR dilakukan dengan strategi lebih banyak praktik daripada teori. Perbandingannya adalah 70 persen praktik dan 30 persen teori, sehingga peserta lebih banyak menggali potensi sesuai konteks institusinya sendiri.

 

Pada hari kedua peserta akan melakukan kegiatan praktik pemantauan sekolah. Pemantuan dilakukan untuk mengidentifikasi hal-hal yang sudah dan belum berjalan dengan baik dalam penyelenggaraan pembelajaran, budaya baca, maupun pengelolaan manajemen di sekolah. Hasil pemantaun tersebut kemudian dirumuskan  untuk kegiatan perbaikan, pengembangan dan penyebarluasan yang digunakan peserta dalam memecahkan masalah internal yang mereka alami.

 

Diakhir pelatihan, mereka merumuskan rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu yang telah disepakati. Setelah pelatihan, sekolah dan madrasah mitra akan didampingi oleh fasilitator daerah sebanyak 12 kali per fasilitator untuk memastikan implementasi materi pelatihan benar-benar diaplikasikan di sekolah.

 

Kegiatan diikuti oleh 27 sekolah piloting yang dipilih oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,  dan Kementerian Agama Cilacap bersama Tanoto Foundation. Sekolah dan madrasah mitra yang telah terpilih tersebut yaitu

SDN Jeruklegi Kulon 01   SDN Jeruklegi Kulon 04

SDN Jeruklegi Kulon 06    SDN Brebeg 01

SDN Brebeg 02,                 SDN Brebeg 03

SDN Sawangan 01            MI Al Iman Sarwadadi

SDN Sawangan 02            MIN 2 Cilacap

SMPN 2 Jeruklegi              SMPN 3 Jeruklegi,

SMPN 7 Cilacap                SDN Karangkandri 01,

SDN Karangkandri 03     SDN Karangkandri 04,

SDN Slarang 01                SDN Slarang 03,

SDN Slarang 04                SDN Slarang 05,

SMPN 1 Kesugihan          SMPN 2 Kesugihan,

MI YABAKII Kesugihan 01 

MI YABAKII Kalisabuk 03,

SMPN 3 Kesugihan, MTsN 3 Cilacap, dan MTsN 4 Cilacap

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *